torankkdeevcastello
Kamis, 24 Februari 2011
Rabu, 02 Februari 2011
OBYEK WISATA YANG BELUM TERJAMAH
Sumatera Barat, adalah salah satu bagian dari Indonesia yang memiliki keindahan alam luar biasa itu. Meski tak sepopuler Bali ataupun Lombok, namun bicara potensi, Sumatera barat tiada duanya. Jika berada di Sumatera Barat kita seolah-olah dikepung keindahan.
Padang sebagai ibukota propinsi Sumatera Barat adalah salah satu lokasi yang juga memiliki keindahan itu. Selama ini yang paling dikenal di kota Padang adalah Pantai Padang, Pantai Air Manis atau jembatan Siti Nurbaya, Pantai Carolina dan Pantai Pasir Jambak . Gugusan bukit barisan yang mengelilingi kota Padang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang baru menginjakkan kakinya di ranah minang ini.
Selain keindahan pantai yang bisa dijadikan objek wisata, Padang juga memiliki wisata air lainnya seperti Lubuk Minturun dan Lubuk Paraku. Kedua lubuk ini sangat ramai dikunjungi saat âbalimauâ, tradisi mandi sebelum bulan Ramadhan.
Namun di luar itu, ternyata kota Padang juga memiliki potensi wisata yang selama ini belum diketahui banyak orang. Padahal lokasinya tak jauh dari pusat kota Padang, hanya 45 menit perjalanan. Bahkan akan lebih dekat lagi jaraknya dari Bandara Internasional Minangkabau dengan waktu 20 menit perjalanan. Objek wisata ini dikenal oleh masyarakat sekitarnya sebagai âair terjun 100 tingkekâ. Terletak di Nagari Sungai Duo Lubuk Minturun, kecamatan Koto Tangah kota Padang.
Berawal dari informasi teman-teman komunitas Minangkabau photographers yang pernah mengunjungi tempat ini, saya memutuskan ikut dalam rombongan yang akan menuju kesana untuk mengeksplore lebih jauh tempat ini dari sisi fotografi. Minggu pagi beberapa waktu lalu, kami melakukan perjalanan menuju âair terjun 100 tingkekâ.
Kami, semua anggota komunitas yang hendak menuju Air Terjun membuat perjanjian bertemu di jembatan Lubuk Minturun jam 7.30. Sudah terlalu siang sebenarnya untuk mengambil foto yang indah, namun hal ini tidak menyurutkan niat kami menuju lokasi. Arak-arakan motor dan mobil yang kami bawa menuju lokasi menjadi perhatian masyarakat sekitar, karena tidak biasanya banyak orang berkendara ramai-ramai menuju tempat ini.
Jalan yang ditempuh menuju lokasi juga sudah bagus sehingga mobil dan motor bisa dibawa sampai ke lokasi air terjun. Jalan yang kami tempuh pun bukan jalan yang biasa, naik-turun berbelok-belok, , dengan pemandangan bukit barisan yang hijau membuat kami terbius akan keindahan alam dan kesegaran udaranya. Kami tidak perlu terburu-buru karena lalu lintas di kawasan ini tidak begitu ramai. Memang ada truk-truk besar yang mengangkut galian untuk Semen Padang melewati jalur ini, tapi tidak mengganggu perjalanan.
Udara dingin dan segar membuat kami sangat menikmati perjalanan. Setelah 20 menit kami mengendarai sepeda motor, kami sampai di sebuah warung yang menjadi tempat menitipkan sepeda motor sebelum kami masuk ke lokasi air terjun. Kami sempat menikmati bubur kacang hijau di warung itu sembari menunggu rekan kami yang mengendarai mobil. Mereka membawa benih ikan yang rencananya akan kami tebarkan di sungai.
Meski hampir jam 9, udara masih terasa dingin, kabut juga masih terlihat. Kami melajutkan perjalanan menuju lokasi. Hanya butuh waktu 10 menit berjalan kaki, kami pun sampai ke lokasi air terjun pertama. âSubhanallahâ. Air pegunungan yang sangat sejuk menyentuh kulitku. Beberapa teman tampak mulai memasang peralatan fotonya.
Saya menikmati indahnya air terjun dengan merendamkan kaki di air sambil duduk di atas batu kali yang lumayan besar. Tak lama, teman-teman kami yang membawa benih datang, kamipun melanjutka perjalanan menuju air terjun selanjutnya. Jalan berbatu kami tempuh, menapaki batu-batu yang posisinya hampir vertical. Karena kondisi jalannya berbatu, takut jatuh, saya memutuskan bertelanjang kaki. Seorang teman berjalan di depan sebagai pembuka jalan dengan menenteng kantong berisi bibit ikan yang rencannya mau ditebar di sungai yang membentuk genangan seperti kolam.
Setelah berjalan sekitar 15 menit sampailah kami pada daerah yang ada air terjun bertingkat-tingkat. Di sisi kiri ada batu sebesar rumah dan kami mendaki batu itu,untuk menuju air terjun selanjutnya yang kami sebut sebagai âtiraiâ. Pemandangan disni luar biasa indahnya. Tanpa sadar, terpukau kendahan, seorang teman berdiri di sebuah batu untuk mengambil foto. Menurut tema-teman yang sudah kesana sebelumnya, apa yang dilakukan teman itu sangat berbahaya. Kami berteriak-teriak mengingatkannya.
Tak jauh dari situ, kami melihat ada villa di sebelah kanan sungai. Di sungai pun ada kubangan yang bisa dipakai berendam. Tanpa komando 3 orang teman langsung menceburkan diri ke dalam kolam. Sungguh-sungguh menggiurkan. Disini kami melepaskan separuh dari benih ikan yang kami bawa.
Kami ditawari masuk oleh penjaga villa. Duduk di beranda villa, kami mengobrol sambil menikmati pemandangan kota Padang dari atas bukit. Subhanallah indahnyaâ¦.. Suara gemerecik sungai dan hawa sejuk pegunungan membuat kami enggan melangkah, padahal perjalanan kami masih belum usai.
Separuh benih ikan yang kami bawa harus ditebarkan. Kami meninggalkan villa. Lima belas menit perjalanan, kami sudah mendengar suara gemuruh air terjun. Inilah âAir terjun Tiraiâ. Kami menyebutnya demikian lantaran di depan air terjun ini tertutup oleh daun-daun harendong raja atau sering disebut jambu hutan. Suara deru air terjun menambah semangat kami. Tema-temanpun beraksi, jepret sana, jepret sini.
Aroma sejuk air membuat semua teman-teman ingin mandi di sana. Semuanya langsung nyebur, brrrrrr dingin dan sejuk. Tak lama kami bermain air 2 orang teman mencoba mengeksplore lebih jauh dengan naik ke atas air terjun. Saya bersama dua teman hanya menunggu di bawah air terjun sambil menikmati sejuknya air pegunungan.
Sekitar 1 jam kami berada di sana, memotret sambil bergaya dan mandi-mandi. Tak terasa mendung dan kabut mulai turun. Kamipun memutuskan untuk segera kembali. Kami melepaskan benih ikan dulu, sebelum pulang. Kami pulang dengan jalur yang berbeda. Tidak melalui sungai lagi tapi lewat jalan setapak kecil di depan villa. Sungguh menyenangkan.
Sejenak, kami istirahat di warungtempat kami menitipkan kendaraan sambil menyerbu makanan dan minuman disana. Kami kembali turun ke arah dimana perjanjian kami bertemu sebelum berangkat, yaitu jembatan Lubuk Minturun.
Salah seorang teman yang telah duluan pulang, ternyata sudah menunggu kami di sebuah warung nasi pinggir sungai. Wisata kuliner. Luar biasa. Setelah perjalanan yang melelahkan, disabut makanan yang menggiurkan, ow, betapa nikmatnya. Ditemani bunyi gemericik air sungai kami menyantap makanan dengan lahapnya.
Masakan yang disuguhkan ditempat ini sederhana namun sangat istimewa, ada gulai jariang, ikan bilih lado, telur dadar yang digoreng lebar dan kering, gulai lokan, ayam bakar, sayur toge bahkan ayam pop juga ada. Luar biasa nikmatnya. Bukan promosi, tapi perlu saya sampaikan bahwa makan di warung ini, harganya sangat terjangkau.
Padang sebagai ibukota propinsi Sumatera Barat adalah salah satu lokasi yang juga memiliki keindahan itu. Selama ini yang paling dikenal di kota Padang adalah Pantai Padang, Pantai Air Manis atau jembatan Siti Nurbaya, Pantai Carolina dan Pantai Pasir Jambak . Gugusan bukit barisan yang mengelilingi kota Padang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang baru menginjakkan kakinya di ranah minang ini.
Selain keindahan pantai yang bisa dijadikan objek wisata, Padang juga memiliki wisata air lainnya seperti Lubuk Minturun dan Lubuk Paraku. Kedua lubuk ini sangat ramai dikunjungi saat âbalimauâ, tradisi mandi sebelum bulan Ramadhan.
Namun di luar itu, ternyata kota Padang juga memiliki potensi wisata yang selama ini belum diketahui banyak orang. Padahal lokasinya tak jauh dari pusat kota Padang, hanya 45 menit perjalanan. Bahkan akan lebih dekat lagi jaraknya dari Bandara Internasional Minangkabau dengan waktu 20 menit perjalanan. Objek wisata ini dikenal oleh masyarakat sekitarnya sebagai âair terjun 100 tingkekâ. Terletak di Nagari Sungai Duo Lubuk Minturun, kecamatan Koto Tangah kota Padang.
Berawal dari informasi teman-teman komunitas Minangkabau photographers yang pernah mengunjungi tempat ini, saya memutuskan ikut dalam rombongan yang akan menuju kesana untuk mengeksplore lebih jauh tempat ini dari sisi fotografi. Minggu pagi beberapa waktu lalu, kami melakukan perjalanan menuju âair terjun 100 tingkekâ.
Kami, semua anggota komunitas yang hendak menuju Air Terjun membuat perjanjian bertemu di jembatan Lubuk Minturun jam 7.30. Sudah terlalu siang sebenarnya untuk mengambil foto yang indah, namun hal ini tidak menyurutkan niat kami menuju lokasi. Arak-arakan motor dan mobil yang kami bawa menuju lokasi menjadi perhatian masyarakat sekitar, karena tidak biasanya banyak orang berkendara ramai-ramai menuju tempat ini.
Jalan yang ditempuh menuju lokasi juga sudah bagus sehingga mobil dan motor bisa dibawa sampai ke lokasi air terjun. Jalan yang kami tempuh pun bukan jalan yang biasa, naik-turun berbelok-belok, , dengan pemandangan bukit barisan yang hijau membuat kami terbius akan keindahan alam dan kesegaran udaranya. Kami tidak perlu terburu-buru karena lalu lintas di kawasan ini tidak begitu ramai. Memang ada truk-truk besar yang mengangkut galian untuk Semen Padang melewati jalur ini, tapi tidak mengganggu perjalanan.
Udara dingin dan segar membuat kami sangat menikmati perjalanan. Setelah 20 menit kami mengendarai sepeda motor, kami sampai di sebuah warung yang menjadi tempat menitipkan sepeda motor sebelum kami masuk ke lokasi air terjun. Kami sempat menikmati bubur kacang hijau di warung itu sembari menunggu rekan kami yang mengendarai mobil. Mereka membawa benih ikan yang rencananya akan kami tebarkan di sungai.
Meski hampir jam 9, udara masih terasa dingin, kabut juga masih terlihat. Kami melajutkan perjalanan menuju lokasi. Hanya butuh waktu 10 menit berjalan kaki, kami pun sampai ke lokasi air terjun pertama. âSubhanallahâ. Air pegunungan yang sangat sejuk menyentuh kulitku. Beberapa teman tampak mulai memasang peralatan fotonya.
Saya menikmati indahnya air terjun dengan merendamkan kaki di air sambil duduk di atas batu kali yang lumayan besar. Tak lama, teman-teman kami yang membawa benih datang, kamipun melanjutka perjalanan menuju air terjun selanjutnya. Jalan berbatu kami tempuh, menapaki batu-batu yang posisinya hampir vertical. Karena kondisi jalannya berbatu, takut jatuh, saya memutuskan bertelanjang kaki. Seorang teman berjalan di depan sebagai pembuka jalan dengan menenteng kantong berisi bibit ikan yang rencannya mau ditebar di sungai yang membentuk genangan seperti kolam.
Setelah berjalan sekitar 15 menit sampailah kami pada daerah yang ada air terjun bertingkat-tingkat. Di sisi kiri ada batu sebesar rumah dan kami mendaki batu itu,untuk menuju air terjun selanjutnya yang kami sebut sebagai âtiraiâ. Pemandangan disni luar biasa indahnya. Tanpa sadar, terpukau kendahan, seorang teman berdiri di sebuah batu untuk mengambil foto. Menurut tema-teman yang sudah kesana sebelumnya, apa yang dilakukan teman itu sangat berbahaya. Kami berteriak-teriak mengingatkannya.
Tak jauh dari situ, kami melihat ada villa di sebelah kanan sungai. Di sungai pun ada kubangan yang bisa dipakai berendam. Tanpa komando 3 orang teman langsung menceburkan diri ke dalam kolam. Sungguh-sungguh menggiurkan. Disini kami melepaskan separuh dari benih ikan yang kami bawa.
Kami ditawari masuk oleh penjaga villa. Duduk di beranda villa, kami mengobrol sambil menikmati pemandangan kota Padang dari atas bukit. Subhanallah indahnyaâ¦.. Suara gemerecik sungai dan hawa sejuk pegunungan membuat kami enggan melangkah, padahal perjalanan kami masih belum usai.
Separuh benih ikan yang kami bawa harus ditebarkan. Kami meninggalkan villa. Lima belas menit perjalanan, kami sudah mendengar suara gemuruh air terjun. Inilah âAir terjun Tiraiâ. Kami menyebutnya demikian lantaran di depan air terjun ini tertutup oleh daun-daun harendong raja atau sering disebut jambu hutan. Suara deru air terjun menambah semangat kami. Tema-temanpun beraksi, jepret sana, jepret sini.
Aroma sejuk air membuat semua teman-teman ingin mandi di sana. Semuanya langsung nyebur, brrrrrr dingin dan sejuk. Tak lama kami bermain air 2 orang teman mencoba mengeksplore lebih jauh dengan naik ke atas air terjun. Saya bersama dua teman hanya menunggu di bawah air terjun sambil menikmati sejuknya air pegunungan.
Sekitar 1 jam kami berada di sana, memotret sambil bergaya dan mandi-mandi. Tak terasa mendung dan kabut mulai turun. Kamipun memutuskan untuk segera kembali. Kami melepaskan benih ikan dulu, sebelum pulang. Kami pulang dengan jalur yang berbeda. Tidak melalui sungai lagi tapi lewat jalan setapak kecil di depan villa. Sungguh menyenangkan.
Sejenak, kami istirahat di warungtempat kami menitipkan kendaraan sambil menyerbu makanan dan minuman disana. Kami kembali turun ke arah dimana perjanjian kami bertemu sebelum berangkat, yaitu jembatan Lubuk Minturun.
Salah seorang teman yang telah duluan pulang, ternyata sudah menunggu kami di sebuah warung nasi pinggir sungai. Wisata kuliner. Luar biasa. Setelah perjalanan yang melelahkan, disabut makanan yang menggiurkan, ow, betapa nikmatnya. Ditemani bunyi gemericik air sungai kami menyantap makanan dengan lahapnya.
Masakan yang disuguhkan ditempat ini sederhana namun sangat istimewa, ada gulai jariang, ikan bilih lado, telur dadar yang digoreng lebar dan kering, gulai lokan, ayam bakar, sayur toge bahkan ayam pop juga ada. Luar biasa nikmatnya. Bukan promosi, tapi perlu saya sampaikan bahwa makan di warung ini, harganya sangat terjangkau.
Pemasaran Interaktif di Masa Depan
Laju perkembangnya zaman berbanding lurus dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan tersebut dapat telihat salah satunya melalui pesatnya perkembangan teknologi internet selama beberapa dekade belakangan ini. Banyak dampak positif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi internet baik dalam penggunaannya sebagai sumber informasi maupun dalam kaitannya di bidang pemasaan. Di antaranya adalah meluasnya faktor-faktor yang mendukung tingkat adopsi konsumen terhadap internet, munculnya prediksi mengenai tren penggunaan internet di masa mendatang, bahkan semakin berkembangnya aplikasi dan gadget yang digunakan untuk mengakses internet. Hal yang patut dipertanyakan adalah : apakah perkembangan teknologi internet ini masih dapat menyokong dan memberikan kemajuan yang signifikan terhadap pemasaran interaktif di masa depan? Pertanyaan ini tentunya harus dipecahkan sesegera mungkin dengan mengadakan riset dan uji lapangan secara kontinyu jika tidak ingin pemasaran interaktif lenyap ditelan masa. Kondisi pemasaran melalui internet di Indonesia saat ini perkembangannya belum sebesar negara-negara maju. Berbagai macam faktor yang menyebabkan hal tersebut beberapa diantaranya dari budaya atau kebiasaan orang Indonesia yang lebih nyaman dalam melakukan transaksi secara konvensional, kondisi infrastruktur internet yang belum cukup memadai dan tidak merata, jumlah pengguna internet yang belum merata, rendahnya jaminan keamanan, bahkan sampai penerapan UU informasi dan transaksi elektronil yang masih menemukan banyak hambatan dalam penerapannya. Namun melihat prediksi perkembangan akan kondisi tren pada masa yang akan datang, tidak menutup kemungkinan pemasaran melalui internet akan semakin berkembang. Tingkat adopsi atau penetrasi konsumen terhadap internet merupakan salah satu hal yang memengaruhi perkembangan pemasaran online. Faktor yang dewasa ini dianggap meluas dan mempengaruhi tingkat adopsi tersbut salah satunya adalah value proposition. Value proposition diartikan sebagai kebutuhan akan koneksi internet. Kebutuhan akan internet tidak dapat digineralisasikan karena kebutuhan tersebut tentu saja berbeda bagi setiap orang. Seperti kebutuhan seseorang akan rekreasi atau perhiasan, tentu saja berbeda bukan? Untuk koneksi internet, ada orang yang merasa sangat membutuhkannya ada juga orang-orang skeptis yang merasa sudah cukup mendapatkan informasi dari media konvensonal dan pembayarannya dilakukan dengan cara-cara yang konvensional pula. Faktor kedua adalahcost of access, yaitu biaya peralatan yang dibutuhkan untuk online atau mengakses internet. Dewasa ini keberadaan portable modem dengan pilihan harga dan kapasitas koneksi yang dapat disesuaikan dengan konsumen sudah sangat menjamur. Bentuknya menyerupai flashsidk tempat menyimpan data bahkan sudah berkembang dan dapat diaplikasikan melalui telepon selular. Keberadaan portable modem juga erat kaitannya dengan faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi konsumen terhadap internet yang ketiga yaitu easy of use yang meliputi kemudahan untuk tersambung ke koneksi internet. Faktor keempat adalah security yaitu faktor yang terkait dengan tingkat keamanan data pribadi mereka termasuk nomor kartu kredit para pelaku transaksi elektronik. Ada pula faktor yang terkait dengan tingkat ketakutan seseorang terhadap teknologi dan media baru, yaitu fear of the unknown. Kondisi ini disebabkan karena mereka mendengar jika internet identik dengan penyebaran pornografi seperti gambar-gambar atau video termasuk kabar-kabar tidak pasti mengenai penipuan melalui internet. Padahal kondisi-kondisi tersebut dapat diatasi dengan memperluas pengetahuan dan informasi mengenai internet. Selain faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi konsumen terhadap internet, ada pula prediksi mengenai tren penggunaan internet di masa depan. Tren pertama yaitu adanyapenggunaan internet, extranet, dan intranet dalam sebuah kesatuan strategi komunikasi digital yang terintegrasi. Perkembangan teknologi juga menyebabkan segala sesuatunya menjadi serbadigital, sehingga timbul prediksi bahwa di masa depan akan ada integrasi dari media digital sehingga berkembangnya televisi digital. Di masa depan akses internet akan semakin mudah. Tidak hanya melalui komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet, tetapi juga melalui gadget yang mudah dibawa ke mana-mana seperti handphone ataupun perangkat bergerak sejenisnya dengan fitur yang semakin canggih. Tidak tanggung-tanggung, bahkan di masa depan ada kemungkinan internet dapat diakses melalui TV interaktif yang bisa ditemukan pada TV digital, sebuah perkembangan teknologi yang lambat laun akan diserap oleh sebagian besar pasar TV. Para pengguna internet pun diprediksi akan merasakan kejenuhan dalam menggunakan komputer pribadi di rumah sebagai alat untuk mengakses internet karena eramobile yang semakin berkembang. Di sisi lain hal tersebut juga berdampak pada penyebarluasan televisi digital. Kemudahan di dunia digital semakin terasa dengan adanya broker atau calo yang berada di dunia digital. Broker berperan dalam mempertemukan marketer dengan consumer yang akan melakukan transaksi. Keadaan ini dapat menyebabkan penurunan harga yang dikarenakan transparansi harga. Di masa depan juga diprediksi akan terjadi peningkatan kecepatan akses atau koneksi internet. Kecepatan dan broadband teknologi yang tinggi berdampak pada meningkatnya biaya untuk mengakses internet itu sendiri, sehingga menimbulkan sebuah 'two-tier internet'. Keenam, tren internet terasa pula pada pemasaran interaktif yakni perkembangannya diprediksi akan mengurangi jumlah toko retail konvensional yang berada di masyarakat. Tren yang satu ini di sisi lain terlihat sebagai dampak negatif karena dapat menghancurkan banyak usaha para pemasar konvensional. Terakhir, penstrukturkan ulang pemasaran sebuah organisasi menjadi penting seiring dengan perkembangan teknologi internet guna meningkatkan bisnis. Kemudahan akses informasi melalui internet menimbulkan ketakutan tersendiri akan keamanan data pribadi yang disimpan di internet. Untuk itu dibuatlah hak privasi yaitu hak untuk menyembunyikan informasi data pribadi kepada pihak-pihak tertentu. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan proteksi diri agar data pribadi tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Hal ini terutama pada jejaring sosial, sebab umumnya seseorang yang tidak memahami pentingnya hak privasi akan mencantumkan berbagai data yang seharusnya tidak dipublikasikan dan pada akhirnya akan merugikan mereka sendiri bahkan kelalaian dalam pempublikasian data pribadi akan berpeluang terhadap penyadapan identitas seseorang pada kasus terorisme dan pengendalian oleh pihak swasta. Hak privasi diatur pada pasal 28 ayat 1 UUD 1945 perubahan II, pasal 1372 KUH Perdata dan masih banyak lagi. Selain itu pada tahun 1998 terdapat regulasi perlindungan data bernama European Union’s Data Protection Act dimana hak privasi akan dilindungi dalam penggunaan media apapun, termasuk di dunia maya. Sumber : 1. Chaffey, Dave, et. al. Internet Marketing, New Jersey : Prentince-Hall. 2000.Straubhaar, 2. http://www.techtext.net/id/internet-marketing/7-facts-about-future-of-internet-marketing.html, diakses pada tanggal 9 Desember 2010 pukul 08.15 3. Joseph & LaRose. 2004. Media Now: Communications Media in the Information Age. Belmont, CA: Wadsworth. |
| < Prev | Next > |
|---|
Between Human Brain and Facebook
Setelah internet berkembang dan diadopsi oleh banyak masyarakat dunia, manusia mengangkat hubungan dengan sesama ke level digital. Jejaring sosial tumbuh menjadi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial manusia. Pembahasan berikut adalah mengenai jejaring sosial dan hubungannya dengan otak; psikis. Adapun materi yang terkandung di dalamnya merupakan ulasan dari artikel berjudul “Brain Volume Linked To Social Networking” oleh Yun Xie, Ars Technica. Jejaring sosial atau social network telah menjadi topik hangat dalam pembahasan mengenai perkembangan teknologi komunikasi. Lahir dan berkembang dengan setiap keunggulan internet (web 2.0), jejaring sosial tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini. Coba saja tanyakan siapa yang tidak memiliki akun facebook! Sudah pasti anda mendapatkan response yang sedikit atau bahkan nihil. Hampir semua orang memiliki akun facebook sebab akun ini mampu menghubungankan orang-per-orang; mengintegrasikan hubungan intrapersonal dengan interpersonal. Persebaran jejaring sosial sangat cepat dan pesat. Ketika seseorang memiliki akun facebook misalnya, ia akan mengundang temannya untuk membuat akun pula. Temannya pun akan mengajak orang-orang di sekitarnya. Mereka saling berhubungan, memantau, dan memperoleh informasi dari jejaring sosial. Hal ini menyebabkan terbentuknya lingkaran-lingkaran sosial, dari yang besar hingga ke ribuan lingkaran-lingkaran kecil di dalamnya. Jumlah pengguna akun jejaring sosial memang sangat besar, tapi hal tersebut tidak dapat menjelaskan kompleksitas hubungan yang ada. Jejaring sosial bagaikan gunung es, yang terlihat hanya dipermukaannya saja. Namun, didalamnya begitu banyak hubungan yang terjalin, begitu rumit dan begitu bermacam lingkaran sosial yang ada. Hal itu terus berkembang seiring bertambahnya pengguna jejaring sosial tersebut. Terkadang jejaring sosial tidak hanya menghubungkan orang-orang yang sudah kenal saja, tetapi juga membentuk jalinan hubungan-hubungan baru. Hal ini menariknya dapat diindikasikan oleh otak. Beberapa peneliti terdahulu menemukan fakta bahwa besarnya ukuran amygdala (suatu bagian otak) mengindikasikan seberapa besar dan kompleks jejaring sosial individu tersebut. Studi awal dilakukan pada sekelompok primata, dimana primata dengan jejaring sosial yang lebih kompleks dan besar memiliki ukuran amygdala yang lebih besar pula. Manusia memiliki amygdala paling besar dibandingkan primata manapun yang ada. Menariknya, ternyata ukuran amygdala pada setiap manusia berbeda. Hal ini antara lain ditentukan oleh facebook atau jejaring sosial lainnya. Semakin banyak dan kompleks jaringan sosial dalam akun-akun jejaring sosial, semakin besar pula amygdala yang dimiliki seseorang tersebut. Orang yang memiliki lingkaran-lingkaran sosial yang lebih bermacam-macam misalnya; ia memiliki banyak friendlist. Ukuran amygdalanya lebih besar dari orang yang lingkaran sosialnya lebih sedikit. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengukur dua faktor jejaring sosial pada 58 orang dewasa. Pada tahap awal, mereka mengukur besar jaringan partisipan, dimana diindikasikan oleh jumlah total orang yang ada dalam daftar kontak partisipan. Lalu, mereka mengukur kompleksitas jaringan, berdasarkan berapa banyak grup-grup berbeda kontak-kontak dari partisipan itu terbagi. Setelahnya, para peneliti mencari korelasi dua faktor tersebut dengan besarnya amygdala dan hippocampus (keduanya bagian dari otak). Hippocampus merupakan kontrol negatif yang seharusnya tidak berbeda apapun jejaring sosialnya. Regresi linier lalu mengungkap korelasi yang positif antara besarnya amygdala dengan besar jejaring sosial dan kompleksitasnya. Terdapat sepasang amygdala dalam otak manusia, yaitu amygdala kiri dan kanan. Penelitian ini tidak menunjukkan perbedaan dari keduanya, dalam artian baik pada amygdala kanan dan kiri berlaku korelasi antara besar dan kompleksitas jejaring sosial terhadap ukuran amydala. Sebagai tambahan, efeknya secara relatif spesifik dimana faktor-faktor lain, seperti kepuasan terhadap hubungan sosial dan kualitas hubungan, tidak berkorelasi terhadap volume amygdala. Penelitian ini hanya berlaku pada amygdala saja. Bagian otak lainnya, seperti hippocampus, dan lain-lain, tidak terdapat korelasi besar ukuran dengan besar dan kompleksitas jejaring sosial. Amygdala dapat dibilang merupakan bagian tunggal indikator jejaring sosial pada makhluk hidup; dalam hal ini manusia. Amygdala selalu berkembang dan membesar seiring dengan berkembangnya lingkaran sosial pada kehidupan. Ternyata teknologi tidak hanya mempengaruhi budaya, sosial, melainkan juga fisik manusia. Facebook atau jejaring sosial lain yang dianggap hanya mempengaruhi hubungan sosial atau kebiasaan manusia ternyata juga mempengaruhi fisik manusia. Mungkin otak manusia ikut menyesuaikan dengan banyaknya informasi hubungan sosial dengan manusia lain. Semakin banyak yang harus diingat, semakin banyak yang harus dijalin, semakin banyak yang harus diperhatikan, semakin besar pula amygdala dalam otak. Jejaring sosial terus bertumbuh dan semakin banyak jumlahnya. Seorang individu terkadang tidak hanya memiliki satu atau dua akun jejaring sosial; melainkan banyak. Jaringan pertemanannya pun berbeda di setiap jejaring sosial. Belum lagi kontak pada ponsel atau instant messenger; maupun komunitas-komunitas yang diikuti. Bahkan kini lingkaran sosial yang seseorang, memiliki lingkaran demi lingkaran yang tersegmentasi di dalamnya. Tak terbayangkan seberapa besar amygdala manusia modern. Apalagi yang pada dasarnya memang berjiwa sosial dan suka mencari teman. Perkembangan teknologi memang semakin memudahkan kehidupan manusia. Namun, sebenarnya terkadang tercipta pula kompleksitas yang tidak disadari oleh manusia sebagai pengguna teknologi. Fenomena seperti ini sangat menarik untuk diketahui. Hal ini pun merangsang bidang-bidang lain dari kehidupan manusia untuk mengkaji efek yang ditimbulkan oleh teknologi terhadap kehidupan manusia. Salah satunya adalah artikel ini yang mengungkap satu lagi misteri tentang otak manusia dan hubungannya denganfacebook (jejaring sosial). Sumber: Xie, Yun dan Technica, Ars. 2010. “Brain Volume Linked To Social Networking”. Wired-magazine:http://www.wired.com/wiredscience/2010/12/social-networking-amygdala/ | |
| Last Updated ( Wednesday, 29 December 2010 ) |
| < Prev | Next > |
|---|
Langganan:
Postingan (Atom)






