Rabu, 02 Februari 2011

Pemasaran Interaktif di Masa Depan


Laju perkembangnya zaman berbanding lurus dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan tersebut dapat telihat salah satunya melalui pesatnya perkembangan teknologi internet selama beberapa dekade belakangan ini. Banyak dampak positif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi internet baik dalam penggunaannya sebagai sumber informasi maupun dalam kaitannya di bidang pemasaan. Di antaranya adalah meluasnya faktor-faktor yang mendukung tingkat adopsi konsumen terhadap internet,  munculnya prediksi mengenai tren penggunaan internet di masa mendatang, bahkan semakin berkembangnya aplikasi dan gadget yang digunakan untuk mengakses internet. Hal yang patut dipertanyakan adalah : apakah perkembangan teknologi internet ini masih dapat menyokong dan memberikan kemajuan yang signifikan terhadap pemasaran interaktif di masa depan? Pertanyaan ini tentunya harus dipecahkan sesegera mungkin dengan mengadakan riset dan uji lapangan secara kontinyu jika tidak ingin pemasaran interaktif lenyap ditelan masa.


Kondisi pemasaran melalui internet di Indonesia saat ini perkembangannya belum sebesar negara-negara maju. Berbagai macam faktor yang menyebabkan hal tersebut beberapa diantaranya dari budaya atau kebiasaan orang Indonesia yang lebih nyaman dalam melakukan transaksi secara konvensional, kondisi infrastruktur internet yang belum cukup memadai dan tidak merata, jumlah pengguna internet yang belum merata, rendahnya jaminan keamanan, bahkan sampai penerapan UU informasi dan transaksi elektronil yang masih menemukan banyak hambatan dalam penerapannya.  Namun melihat prediksi perkembangan akan kondisi tren pada masa yang akan datang, tidak menutup kemungkinan pemasaran melalui internet akan semakin berkembang.

Tingkat adopsi atau penetrasi konsumen terhadap internet merupakan salah satu hal yang memengaruhi perkembangan pemasaran online. Faktor yang dewasa ini dianggap meluas dan mempengaruhi tingkat adopsi tersbut salah satunya adalah value propositionValue proposition diartikan sebagai kebutuhan akan koneksi internet. Kebutuhan akan internet tidak dapat digineralisasikan karena kebutuhan tersebut tentu saja berbeda bagi setiap orang. Seperti kebutuhan seseorang akan rekreasi atau perhiasan, tentu saja berbeda bukan? Untuk koneksi internet, ada orang yang merasa sangat membutuhkannya ada juga orang-orang skeptis yang merasa sudah cukup mendapatkan informasi dari media konvensonal dan pembayarannya dilakukan dengan cara-cara yang konvensional pula.  Faktor kedua adalahcost of access, yaitu biaya peralatan yang dibutuhkan untuk online atau mengakses internet. Dewasa ini keberadaan portable modem dengan pilihan harga dan kapasitas koneksi yang dapat disesuaikan dengan konsumen sudah sangat menjamur. Bentuknya menyerupai flashsidk tempat menyimpan data bahkan sudah berkembang dan dapat diaplikasikan melalui telepon selular. Keberadaan portable modem juga erat kaitannya dengan faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi konsumen terhadap internet yang ketiga yaitu easy of use yang meliputi kemudahan untuk tersambung ke koneksi internet. Faktor keempat adalah security yaitu faktor yang terkait dengan tingkat keamanan data pribadi mereka termasuk nomor kartu kredit para pelaku transaksi elektronik. Ada pula faktor yang terkait dengan tingkat ketakutan seseorang terhadap teknologi dan media baru, yaitu fear of the unknown. Kondisi ini disebabkan karena mereka mendengar jika internet identik dengan penyebaran pornografi seperti gambar-gambar atau video termasuk kabar-kabar tidak pasti mengenai penipuan melalui internet. Padahal kondisi-kondisi tersebut dapat diatasi dengan memperluas pengetahuan dan informasi mengenai internet.

Selain faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi konsumen terhadap internet, ada pula prediksi mengenai tren penggunaan  internet di masa depan. Tren pertama yaitu adanyapenggunaan internet, extranet, dan intranet dalam sebuah kesatuan strategi komunikasi digital yang terintegrasi. Perkembangan teknologi juga menyebabkan segala sesuatunya menjadi serbadigital, sehingga timbul prediksi bahwa di masa depan akan ada integrasi dari media digital sehingga berkembangnya televisi digital. Di masa depan akses internet akan semakin mudah. Tidak hanya melalui komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet, tetapi juga melalui gadget yang mudah dibawa ke mana-mana seperti handphone ataupun perangkat bergerak sejenisnya dengan fitur yang semakin canggih. Tidak tanggung-tanggung, bahkan di masa depan ada kemungkinan internet dapat diakses melalui TV interaktif yang bisa ditemukan pada TV digital, sebuah perkembangan teknologi yang lambat laun akan diserap oleh sebagian besar pasar TV. Para pengguna internet pun diprediksi akan merasakan kejenuhan dalam menggunakan komputer pribadi di rumah sebagai alat untuk mengakses internet karena eramobile yang semakin berkembang. Di sisi lain hal tersebut juga berdampak pada penyebarluasan televisi digital.

Kemudahan di dunia digital semakin terasa dengan adanya broker atau calo yang berada di dunia digital. Broker berperan dalam mempertemukan marketer dengan consumer yang akan melakukan transaksi. Keadaan ini dapat menyebabkan penurunan harga yang dikarenakan transparansi harga. Di masa depan juga diprediksi akan terjadi peningkatan kecepatan akses atau koneksi internet. Kecepatan dan broadband teknologi yang tinggi berdampak pada meningkatnya biaya untuk mengakses internet itu sendiri, sehingga  menimbulkan sebuah 'two-tier internet'Keenam, tren internet terasa pula pada pemasaran interaktif yakni perkembangannya diprediksi akan mengurangi jumlah toko retail konvensional yang berada di masyarakat. Tren yang satu ini di sisi lain terlihat sebagai dampak negatif karena dapat menghancurkan banyak usaha para pemasar konvensional. Terakhir, penstrukturkan ulang pemasaran sebuah organisasi menjadi penting seiring dengan perkembangan teknologi internet guna meningkatkan bisnis.

Kemudahan akses informasi melalui internet menimbulkan ketakutan tersendiri akan keamanan data pribadi yang disimpan di internet. Untuk itu dibuatlah hak privasi yaitu hak untuk menyembunyikan informasi data pribadi kepada pihak-pihak tertentu. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan proteksi diri agar data pribadi tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Hal ini terutama pada jejaring sosial, sebab umumnya seseorang yang tidak memahami pentingnya hak privasi akan mencantumkan berbagai data yang seharusnya tidak dipublikasikan dan pada akhirnya akan merugikan mereka sendiri bahkan kelalaian dalam pempublikasian data pribadi akan berpeluang terhadap penyadapan identitas seseorang pada kasus terorisme dan pengendalian oleh pihak swasta. Hak privasi diatur pada pasal 28 ayat 1 UUD 1945 perubahan II, pasal 1372 KUH Perdata dan masih banyak lagi. Selain itu pada tahun 1998 terdapat regulasi perlindungan data bernama European Union’s Data Protection Act dimana hak privasi akan dilindungi dalam penggunaan media apapun, termasuk di dunia maya.

Sumber :
1.      Chaffey, Dave, et. al. Internet Marketing, New Jersey : Prentince-Hall. 2000.Straubhaar,
2.      http://www.techtext.net/id/internet-marketing/7-facts-about-future-of-internet-marketing.html, diakses pada tanggal 9 Desember 2010 pukul 08.15
3.      Joseph & LaRose. 2004. Media Now: Communications Media in the Information Age. Belmont, CA: Wadsworth.
 
< Prev Next >

1 komentar:

  1. mungkin smua udah jelas tpi klo mw lebih jelas masuk ke situsnya aja ok...

    BalasHapus